Dec
5
“dia”–sedang menunggu siapakah,dia?
December 5, 2007 | |
Sunyi sepi ku sendiri,
ketika ku ketikkan tiap tuts-tuts melodik hati ini,
dan kutemukan setiap jengkal cinta mengalir putih,
walaupun tidak sebanding dgn cintaku pada-MU..
Kutulis lirik terindah,dalam hidupku..
hanya untuk kutuangkan hasrat di hati..
tak ada daya,tak ada hasrat,tubuhku layu..
hanya harap,yang berakhir benci..
oh Tuhan…
jika ia memang untuk-ku,
tunjukanlah jalan terbaik MU..
oh Tuhan…
bila kekuatan ini belum cukup..
cukupkanlah dengan secercah harapan dari-MU
bila nanti tiba saat itu..
apakah sinar mentari tetap menyemangati hatiku?
atau..?
jadi arang yang trkikis benda hitam,tak pandang bulu…
apa itu?
apa yang ada dibenaknya?
sorot mata lembut,menggetarkan hati..
tertunduk malu karena hati..
iman ini jadi kendali diri..
tak tau kemana pandangan ini seharusnya berlabuh..
siapa itu..?
siapa yang dia harapkan..?
apakah itu diriku..?
menunggu seorang ksatria..
untuk membawanya pergi…
membangun singgasana surgawi…
dan tak pernah menyesalkan asa…
aku hanya seorang pemimpi..
yang ingin dicintai apa adanya…
tak perlu puji,tak perlu maki..
bahagia karena kutukan mati
bahwa cinta tak harus memiliki..
puisi para perawi itu,terus menggelayutiku..
hilang satu,tumbuh seribu..
tp dari rintihan seorang janda tua..
memberikan ku arti,tentang seorang kekasih..
bahagiaku,bahagiamu..
kuciptakan bahagia,kau isi kebahagiaan itu..
harapku asaku,tertanam jauh di lubuk hati
batinku berteriak,jadilah pendamping hidupku nanti…
"…untuk bidadari dihatiku"
-thoriq-
Bandung, 5 Desember 2007 ,01:11