Aku Bermimpi Melihat Surga

June 5, 2008 | |

Sungguh, malam ketiga di Pangkalan Punai aku mimpi melihat surga
Ternyata surga tidak megah, hanya sebuah istana kecil di tengah hutan
Tidak ada bidadari seperti disebut di kitab-kitab suci

Aku meniti jembatan kecil
Seorang wanita berwajah jernih menyambutku
"inilah surga" katanya.
Ia tersenyum, kerling matanya mengajakku menengadah
Seketika aku terkesiap oleh pantulan sinar matahari senja
Menyirami kubah-kubah istana
mengapa sinar matahari berwarna perak,jingga dan biru?
Sebuah keindahan yang asing

Di istana surga
Dahan-dahan pohon ara menjalar ke dalam kamar-kamar sunyi yang bertingkat-tingkat.
Gelas-gelas kristal berdenting dialiri air zamzam
menebar rasa kesejukan

Bunga petunia ditanam di dalam pot-pot kayu
Pot-pot itu digantungkan pada kosen-kosen jendela tua berwarna biru
Di beranda, lampu-lampu kecil disembunyikan di balik tilam,indah sekali
Sinarnya memancarkan kedamaian
Tembus membelah perdu-perdu di halaman

Surga begitu sepi
Tapi aku ingin tetap di sini
Karena kuingat janjimu Tuhan
Kalau aku datang dengan berjalan
ENGKAU akan menjemputku dengan berlari-lari

                                                                                                        -Andrea Hirata-

P.S>"Ingat hidupmu….!!"


Comments



2 Comments so far

  1.    prototype on November 13, 2008 7:37 am

    waahh bagus wise word nyaa..
    dari buku andrea hirata yang mana nih riq ?

  2.    thoriqgrady on November 13, 2008 7:58 am

    ini klo gk,slah..edensor dah kyknya!!
    lupa jg gua…
    hehe..
    lumayan klo lg bosen,gua baca2 ndiri!!

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind